Wonogiri, ekispedia.id – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggandeng Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, untuk mengoptimalkan potensi aset wakaf dan sumber daya ekonomi daerah. Kolaborasi ini bertujuan mengubah pengelolaan wakaf yang pasif menjadi aset produktif guna mendorong kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Wonogiri masih menghadapi sejumlah tantangan ekonomi, mulai dari keterbatasan lapangan kerja hingga kesenjangan sosial. Di sisi lain, PCM Nguntoronadi memiliki aset wakaf berupa tanah, gedung, dan lahan kosong yang dinilai berpotensi dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.

Ketua Tim Pengabdian UMS, Ahmad Baihaqi Esaputra, S.E., M.SEI., mengatakan langkah awal program difokuskan pada pembenahan tata kelola aset, pendataan, dan penataan legalitas wakaf.

“Banyak aset wakaf yang pemanfaatannya masih tradisional atau bahkan idle (belum dimanfaatkan). Melalui program ini, kami mendampingi PCM Nguntoronadi dari penyusunan basis data digital, penataan legalitas, hingga peningkatan kapasitas para pengelola wakaf (nazhir) agar lebih akuntabel dan transparan,” ujar Baihaqi, Ahad (9/8).

Salah satu aset wakaf yang masih pasif, dan belum produktif.

Menurutnya, pengelolaan wakaf membutuhkan sistem administrasi yang tertata dan profesional agar aset yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan ketentuan serta tujuan perwakafan.

Selain melakukan pendataan aset, tim pengabdian UMS yang terdiri atas dosen dan mahasiswa tersebut juga memetakan potensi ekonomi lokal. Sejumlah sektor unggulan, seperti industri brem, peternakan, dan pertanian, dikaji untuk diselaraskan dengan keberadaan aset wakaf yang dimiliki PCM Nguntoronadi.

Pemetaan ini menjadi dasar penyusunan roadmap atau peta jalan pengembangan aset wakaf untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Dengan perencanaan tersebut, aset wakaf diharapkan tidak hanya berfungsi untuk kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga dapat mendukung aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Program pendampingan dikemas melalui Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan interaktif. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman pengelola mengenai tata kelola aset, perencanaan pengembangan, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan wakaf.

Dari kegiatan tersebut, tim menghasilkan sejumlah keluaran konkret, yakni Dokumen Model Manajemen Aset Wakaf, Peta Potensi Aset Digital, serta Modul Panduan Pengelolaan Aset Wakaf. Dokumen dan perangkat tersebut diharapkan menjadi acuan bagi PCM Nguntoronadi dalam mengembangkan pengelolaan wakaf secara lebih sistematis.

Kolaborasi UMS dan PCM Nguntoronadi ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas nazhir dan pemanfaatan data dalam pengembangan wakaf produktif. Dengan tata kelola yang lebih baik, aset wakaf berpotensi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat lokal.

Ke depan, sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembenahan administrasi, tetapi berlanjut pada pengembangan model usaha yang sesuai dengan potensi daerah, sehingga manfaat aset wakaf dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.