Dosen FAI UAD Edukasi Sakinah Financial kepada Jamaah ’Aisyiyah Gamol melalui Program Pengabdian Masyarakat
Sleman, ekispedia.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan Syariah bertema “Sakinah Financial: Bagaimana Mengelola Keuangan Keluarga untuk Mencapai Sakinah” di Masjid As-Salam Gamol, Balecatur, Gamping, Sleman, Kamis malam (25/6).
Kegiatan ini merupakan implementasi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internal Universitas Ahmad Dahlan Tahun 2026 yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD.

Pelatihan diselenggarakan bekerja sama dengan PRA Balecatur Kelompok Pengajian ’Aisyiyah Gamol dan berlangsung bertepatan dengan kegiatan santunan anak yatim piatu.
Momentum tersebut semakin menguatkan pesan bahwa pengelolaan keuangan keluarga dalam Islam tidak hanya berorientasi pada kesejahteraan ekonomi, tetapi juga pada kepedulian sosial dan keberkahan harta.
Tim pengabdian terdiri atas Dr. Nur Anisyah Rachmaningtyas, M.Pd. (Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI UAD) sebagai ketua, dengan anggota Fitria Nurma Sari, S.E., S.Sos., M.SEI. (Dosen Program Studi Perbankan Syariah FAI UAD) dan Qaem Aulassyahied, S.Th.I., M.Ag. (Dosen Program Studi Ilmu Hadis FAI UAD).
Dalam kegiatan tersebut, Fitria Nurma Sari menyampaikan materi mengenai konsep Sakinah Financial, yaitu pengelolaan keuangan keluarga berdasarkan nilai-nilai syariah yang bertujuan menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyusun anggaran keluarga, menentukan skala prioritas kebutuhan, membangun kebiasaan menabung, menghindari gaya hidup konsumtif, serta mengelola harta sebagai amanah dari Allah Swt.
Suasana pengajian berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan serta pengalaman peserta menjadi bagian dari diskusi yang memperkaya materi.
Salah satu pembahasan yang mendapatkan perhatian besar adalah pentingnya mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen keberkahan harta.
Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya memuliakan anak yatim dan kaum dhuafa sebagai implementasi nilai-nilai Islam yang diajarkan dalam Surah Al-Ma’un.
Fitria menegaskan bahwa sebagai kader Muhammadiyah dan anggota ’Aisyiyah, semangat mengamalkan Surah Al-Ma’un tidak cukup diwujudkan dalam bentuk ibadah ritual semata, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang nyata.
“Harta yang kita miliki sejatinya hanyalah titipan Allah Swt. Di dalamnya terdapat hak orang lain yang harus kita tunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Ketika kita menyadari bahwa harta hanyalah amanah, maka kita akan lebih mudah bersyukur, berbagi, dan mengelolanya dengan penuh tanggung jawab,” tutur Fitria dalam tausiyahnya.

Pesan tersebut menyentuh hati para peserta. Beberapa jamaah bahkan tampak meneteskan air mata ketika pembahasan mengarah pada makna bahwa seluruh harta hanyalah titipan Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Selain membahas pentingnya filantropi Islam, peserta juga memperoleh edukasi mengenai berbagai tantangan keuangan keluarga pada era digital.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah maraknya praktik pinjaman online (pinjol) yang menawarkan kemudahan, tetapi berpotensi menjerat masyarakat dalam persoalan utang.
Tim PkM mengajak peserta untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial, menghindari pinjaman konsumtif, serta mengedepankan perencanaan keuangan yang sehat sesuai prinsip syariah.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung hingga akhir acara. Berbagai persoalan mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, pendidikan finansial bagi anak, hingga strategi menghadapi kebutuhan ekonomi keluarga dibahas secara terbuka bersama narasumber.
Ketua PRA Balecatur Kelompok Pengajian ’Aisyiyah Gamol, Hj. Suprihatin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan para ibu dalam mengelola keuangan keluarga.
“Materi tausiyah yang disampaikan sangat bagus dan benar-benar mengena di hati kami. Penyampaiannya tidak hanya memberikan ilmu tentang mengatur keuangan keluarga, tetapi juga mengingatkan kami bahwa harta hanyalah titipan Allah. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat bagi jamaah ’Aisyiyah,” ungkap Hj. Suprihatin.
Sementara itu, Ketua Tim PkM, Dr. Nur Anisyah Rachmaningtyas, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Melalui sinergi antara akademisi dan organisasi masyarakat, diharapkan literasi keuangan syariah dapat semakin meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga Muslim.
Program ini juga menjadi salah satu luaran dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Internal Universitas Ahmad Dahlan Tahun 2026 yang didukung oleh LPPM UAD. Ke depan, tim pengabdian berharap edukasi mengenai literasi keuangan syariah dapat menjangkau lebih banyak komunitas masyarakat sehingga nilai-nilai ekonomi Islam, kepedulian sosial, dan semangat Al-Ma’un terus tumbuh dalam kehidupan umat.






