Scroll untuk baca artikel
Seedbacklink affiliate
Nasional

MUI dan Bank Indonesia Gelar Sarasehan Nasional Keuangan Syariah, Buya Abbas: Indonesia Berpeluang Jadi Kiblat Ekonomi Syariah Dunia

54
×

MUI dan Bank Indonesia Gelar Sarasehan Nasional Keuangan Syariah, Buya Abbas: Indonesia Berpeluang Jadi Kiblat Ekonomi Syariah Dunia

Sebarkan artikel ini

Jakarta, ekispedia.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Bank Indonesia (BI) menggelar Sarasehan Nasional dan Keuangan Syariah sebagai bagian dari refleksi peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (13/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, menegaskan komitmen MUI untuk mendukung percepatan pengembangan ekonomi syariah nasional.

“MUI memiliki komitmen yang teguh dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional. Dukungan ini tidak hanya sekadar memberikan fatwa, melainkan juga aktif terlibat dalam berbagai program strategis,” ujar Buya Abbas dalam sambutannya.

Ia menilai, sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Hal itu dapat diwujudkan dengan membangun pondasi ekonomi syariah yang kokoh sekaligus menanamkan nilai-nilai universal Islam seperti keadilan, kemaslahatan, dan keberkahan.

“Ekonomi syariah bukan sekadar sistem ekonomi alternatif, melainkan sebuah manifestasi dari nilai-nilai keislaman universal. Nilai-nilai inilah yang menjadi pondasi utama dalam membangun ekonomi syariah yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Buya Abbas menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merealisasikan visi besar Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Menurutnya, peran MUI sebagai organisasi ulama akan fokus pada penanaman nilai-nilai keislaman universal di tengah masyarakat, sementara pemerintah, Bank Indonesia, serta institusi lainnya berperan dalam merumuskan kebijakan.

“Oleh karena itu, kita perlu terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan multipihak, termasuk kementerian, lembaga, akademisi, hingga komunitas,” pungkasnya.