Istanbul, ekispedia.id – Industri modest fashion atau busana santun terus mengukuhkan diri sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi syariah dan ekonomi kreatif Indonesia. Hal ini tercermin dari partisipasi Indonesia dalam ajang Istanbul Fashion Connection (IFCO) 2025 di Turki, Kamis (21/8/2025).
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan bahwa industri busana santun kini telah menjadi platform inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.
“Dari sini, kita bisa membuktikan bahwa ekonomi syariah dan kreatif mampu mendorong pemberdayaan, membuka lapangan kerja, dan memperluas ekspor,” ujarnya dalam pembukaan pameran busana karya Indonesia.
Indonesia menampilkan koleksi pilihan melalui In2motionfest (Indonesia International Modest Fashion Festival) yang dikurasi langsung oleh Ali Charisma, pimpinan Dewan Industri Kreatif Syariah Indonesia (Ikra). Deretan desainer Tanah Air mempersembahkan karya penuh inovasi dengan sentuhan wastra Nusantara yang dipadukan dengan tren global.

Menurut laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025, Indonesia kini menempati peringkat pertama dunia dalam industri modest fashion. Pasar busana santun global diperkirakan mencapai 146,37 miliar dolar AS (Rp 2.195 triliun) pada 2033, dengan Indonesia menyumbang nilai pasar domestik sekitar Rp 300 triliun per tahun.
Keikutsertaan Indonesia di IFCO 2025 mendapat sambutan positif dari buyer internasional. Booth Indonesia bahkan menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi pembeli dari Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika.
“Produk UMKM yang kita bawa bukan pesaing, melainkan pelengkap bagi industri di sini. Itulah keunggulan kita,” kata Ali Charisma.
Sejumlah desainer turut mencuri perhatian, di antaranya Deden Siswanto dengan koleksi wastra siap pakai serta Dini Prihastiti dari Damakara yang menampilkan busana dengan teknik batik, bordir, dan jahit jelujur. Dini menegaskan bahwa modest fashion bukan hanya diminati konsumen Muslim, tetapi juga kalangan non-Muslim yang mulai memilih gaya busana santun.
Selain aspek ekonomi, para desainer menekankan peran pemberdayaan sosial. Damakara, misalnya, memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di Bandung dan Garut, serta menyisihkan keuntungan untuk penyandang disabilitas melalui Damakara Foundation.
Bank Indonesia sendiri memfasilitasi partisipasi ini melalui program Karya Kreatif Indonesia (KKI) serta pendampingan UMKM kreatif. Namun, Destry mengingatkan bahwa dukungan pemerintah harus dibarengi komitmen serius dari pelaku industri.
Ajang di Istanbul ini sekaligus menjadi pemanasan menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di Jakarta, Oktober mendatang, yang akan menghadirkan lebih dari 180 desainer dan 1.600 koleksi busana santun.
“Indonesia sudah diakui sebagai nomor satu dalam modest fashion global. Tantangannya sekarang adalah konsistensi agar produk kita terus hadir dan buyer percaya,” tegas Ali Charisma.
Dengan dukungan budaya, kreativitas, dan UMKM, Indonesia kian mantap meneguhkan diri sebagai pusat modest fashion dunia.