BI Sumbar Bergerak Cepat Bantu Korban Galodo, Perkuat Pemulihan Nagari hingga Ekonomi Syariah
Minangkabau, ekispedia.id – Ketika bencana galodo melanda sejumlah nagari di Sumatera Barat, keluarga besar Bank Indonesia (BI) Sumbar bergerak cepat menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat terdampak. Melalui sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI), Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI), serta dukungan keluarga besar BI dari berbagai wilayah, bantuan kemanusiaan segera disalurkan ke lokasi terdampak.
Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan darurat seperti bahan pangan, imun kit, sarung, selimut, serta perlengkapan logistik lainnya. Seluruh bantuan didistribusikan melalui posko-posko bencana dan langsung menjangkau kawasan nagari yang membutuhkan penanganan cepat.
Kepala Perwakilan BI Sumbar sekaligus Ketua BMPD Sumatera Barat turut menyerahkan bantuan Peduli Bencana kepada Palang Merah Indonesia (PMI) serta bersinergi dengan BPBD, BMPD, dan berbagai lembaga kemanusiaan lainnya. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan efektif.
Langkah cepat BI Sumbar ini mencerminkan komitmen bahwa pembangunan nagari tidak semata-mata diwujudkan melalui kebijakan dan program ekonomi, tetapi juga melalui empati, solidaritas, dan kebersamaan sosial.
“Duduk samo randah, tagak samo tinggi; sakik samo mula, alun samo diraso,” menjadi filosofi yang dipegang BI Sumbar, menegaskan kehadiran Bank Indonesia sebagai bagian dari masyarakat nagari yang ikut merasakan duka dan berperan aktif dalam pemulihan pascabencana.
Investasi Sosial Lewat Pendidikan dan Generasi Muda
Di sisi lain, Bank Indonesia Sumbar juga terus memperkuat fondasi masa depan nagari melalui program Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI). Sepanjang 2025, beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa jenjang S1, D3, dan D4 di delapan perguruan tinggi di Sumatera Barat, dengan total penerima mencapai 531 mahasiswa—350 mahasiswa pada semester I dan 181 mahasiswa pada semester II.
Melalui komunitas GenBI, para penerima beasiswa tidak hanya memperoleh dukungan finansial, tetapi juga pembinaan kepemimpinan dan pengembangan kapasitas. Program seperti Leader Insight, Capacity Building, pelatihan penulisan, hingga Inspire Talks dirancang untuk membentuk GenBI sebagai Frontliners, Change Agents, dan Future Leaders.
Sejalan dengan pepatah Minangkabau, “Tinggi tampak dari dasar, pandai tampak dari ajaran,” investasi di bidang pendidikan ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi generasi muda agar mampu berkontribusi lebih luas dan kelak kembali mengabdi untuk daerah dan bangsa.
Dorong Ekonomi Syariah dan UMKM Nagari
Tak hanya fokus pada bantuan kemanusiaan dan pendidikan, BI Sumbar juga konsisten memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan sertifikasi halal, penguatan pembiayaan syariah, pengembangan industri kreatif syariah, serta digitalisasi wakaf.
Di Universitas Andalas, BI Sumbar menginisiasi peluncuran Zona Kuliner Aman, Halal, dan Sehat (KHAS) pada 28 April 2025 yang berhasil mendorong 12 UMKM memperoleh sertifikasi halal. Sinergi bersama MUI, Satgas Halal Sumbar, dan pemerintah daerah terus diperluas ke berbagai wilayah seperti Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, serta kawasan perguruan tinggi.
Dari sisi pembiayaan, kegiatan business matching pada Sumbar Creative Economy Festival 2025 membuka akses pembiayaan syariah bagi 24 UMKM melalui Bank Nagari. Sementara di sektor industri kreatif syariah, dua UMKM Sumbar yang lolos kurasi IKRA 2025 mendapatkan kesempatan tampil di berbagai showcase regional hingga ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di Jakarta, yang melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal dari dalam dan luar negeri.
Penguatan wakaf produktif juga dilakukan melalui implementasi wakaf digital Satu Wakaf bekerja sama dengan Pondok Pesantren Ar-Risalah. Program Wakaf Perkebunan Melon berhasil menghimpun wakaf publik lebih dari Rp100 juta hingga November 2025.
Berbagai inisiatif tersebut menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah di Sumatera Barat tumbuh melalui kolaborasi, pendampingan berkelanjutan, dan komitmen bersama. Sebagaimana pepatah Minang, “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjing,” kemajuan nagari akan tercapai ketika seluruh unsur berjalan seiring, saling menguatkan, dan bergotong royong membangun masa depan.



